Cukupkah Hanya Beriman Jika Tanpa Berilmu

Ditulis oleh pada Thursday, May 2, 2013 - 01:49 dengan 15 komentar

Beberapa hari yang lalu saya membaca mengenai berita mengenai tinggi nabi Adam a.s. yang mencapai 30 meter. Karena penasaran dengan berita ini saya lalu mencoba untuk mencari tahu mengenai kejelasan seputar berita ini dengan cara bertanya pada sang penulis, tapi yang ada bukan mendapat jawaban yang memuaskan sang penulis malah memberi saya cap kurang beriman karena saya mempertanyakan Hadist yang sahih katanya. Lantas yang menjadi pertanyaan saya cukupkah kita beriman dan percaya pada satu hal tanpa berilmu? Bukankah Allah sendiri menyuruh kita untuk berfikir?

Selama ini orang Islam terlalu fanatik pada ajaran bahwa semua hal yang ada dalam Al'quran dan Hadist adalah sesuatu yang pasti. Saya tidak akan menyangkal hal ini, walau untuk beberapa Hadist sendiri saya masih tidak 100% yakin karena ada beberapa Hadist yang justru saling bertentangan, tapi saya lebih memilih untuk mempercayai isi Al'Quran dan Hadist setelah saya bisa menemukan buktinya. Kenapa demikian? Jika anda mempercayai sesuatu dan mengetahui kebenaran dibalik masalah itu anda pasti akan lebih meyakininya bukan, dan inilah yang membuat saya senang mengkaji tentang berbagai hal yang mengaitkan antara Islam dan sains, karena dari sanalah saya menjadi yakin saya tidak salah jika saya memeluk Islam.

Kita pasti tahu ada sebuah pepatah "Tuntutlah ilmu sampai kenegeri China". Pepatah ini adalah sebuah pepatah yang berkembang di kaum muslimin untuk menggambarkan betapa pentingnya bagi kita untuk menuntut ilmu. Kenapa? Karena ilmu adalah sebagian dari iman. Bagaimana bisa? Seperti yang saya bilang sebelumnya, ilmulah yang akan membuat iman dan keyakinan kita akan menjadi lebih kuat dan tertanam dalam diri kita. Selain itu ilmulah yang akan menuntun kita bagaimana berislam secara benar. Coba anda bayangkan, mungkinkah anda mampu shalat dan membaca Al'Quran dengan benar jika tanpa berilmu.

Bahkan konsep berilmulah yang dulu membuat orang-orang kafir dahulu begitu takjub dengan Islam. Tidak percaya? Anda pasti tahu Ibnu Sina, jika tidak silahkan cari di google, beliau adalah salah satu ilmuwan besar dari golongan muslim yang sampai sekarang diakui kehebatannya oleh para ilmuwan di dunia. Selain itu dalam berbagai surah Al'Quran, Allah dengan tegas mengatakan bahwa petunjuk yang Ia berikan hanya bagi orang-orang yang berfikir. Kenapa Allah memerintahkan kita untuk berfikir? Karena walau Islam dinilai oleh banyak orang kafir sebagai sesuatu yang absurd dan tidak logis, pada kenyataannya Islam itu justru agama yang paling bisa diterima oleh logika, dan hanya orang-orang yang tidak mau berfikir sajalah yang menyatakan bahwa apa yang ada dalam Islam itu tidak logis, cobalah anda mau berfikir bahkan dunia gaib sekalipun akan menjadi sesuatu yang logis.

Sejarah juga mengajarkan bahwa berilmu adalah sesuatu yang sangat penting. Anda pasti tahu tentang teori evolusi yang disampaikan oleh Darwin yang menyatakan bahwa manusia itu berasal dari kera. Kita sebagai orang Islam pasti tidak akan mempercayainya, tapi apa yang mampu kita lakukan untuk membantahnya dan membuktikannya tidak benar. Tidak ada. Sampai Harun Yahya muncul dan membantah toeri ini dengan pendekatan yang ilmiah dan logis sehingga bisa diterima oleh akal sehat. Jika anda tidak berilmu dan lalu anak anda dengan buku tebalnya muncul dan bertanya pada anda "Kok kata guru di sekolah manusia itu berasal dari monyet, apa betul?" apa jawaban anda? Salah? Lalu apa argumentasi anda untuk menyalahkannya sementara si anak punya begitu banyak bukti yang justru akan berbalik melawan anda. Ingat anak-anak itu adalah individu yang kritis, jika anda tak mampu memberi jawaban yang tepat bagaimana mereka yakin bahwa islam itu agama yang benar.

Dalam salah satu hadist-Nya nabi pernah berkata "Sebaik-baiknya pembantu iman adalah ilmu. Sebaik-baiknya pembantu ilmu adalah akal". Lantas jika Islam sendiri mengajarkan pada kita untuk berfikir dan berilmu, masikah kita harus terkungkung dalam konteks percaya tanpa berilmu? Atau mungkin seharusnya saya yang balik bertanya, seberapa besar iman anda ketika anda bahkan tak mengikuti perintah Allah dan nabi Muhammad untuk berfikir dan berilmu?
Bagikan Artikel Ini :

15 comments

Melanjutkan dari blog saya [wiemasen.com].

Anda menulis: “Dalam salah satu hadist-Nya nabi pernah berkata “Sebaik-baiknya pembantu iman adalah ilmu. Sebaik-baiknya pembantu ilmu adalah akal”. Lantas jika Islam sendiri mengajarkan pada kita untuk berfikir dan berilmu, masikah kita harus terkungkung dalam konteks percaya tanpa berilmu?"

Sekarang saya bertanya, kalau ada hadith sahih yang belum terbukti secara saintis, apa sikap anda? Kalau menurut apa yang saya baca dari tulisan anda maka sikap anda adalah tidak percaya hadith itu sampai terbukti kebenarannya. Anda berargumen Nabi SAW sendiri menyuruh beriman sambil berilmu.

"Atau mungkin seharusnya saya yang balik bertanya, seberapa besar iman anda ketika anda bahkan tak mengikuti perintah Allah dan nabi Muhammad untuk berfikir dan berilmu?”

Tahukah anda maksud kata-kata itu? Ketika anda disuruh melakukan ibadah tertentu, maka anada harus bertanya adakah dalil dalam melakukan ibadah itu? Adakah dalam al-Quran atau as-Sunnah. Kalau ada, maka anda akan melaksankannnya tanpa banyak tanya, itulah namanya beriman dengan berilmu. Bukannya ada ustadz yang nyuruh zikir 1000 kali habis sholat, terus anda kerjakan tanpa banyak tanya. Ini namanya beriman tanpa berilmu.

Apakah anda menempatkan perintah itu dalam konteks yang benar?

Balas

silahkan mas baca pada tulisan saya, atau saya kutipkan langsung supaya mas tidak salah persepsi "Saya tidak akan menyangkal hal ini, walau untuk beberapa Hadist sendiri saya masih tidak 100% yakin karena ada beberapa Hadist yang justru saling bertentangan, tapi saya lebih memilih untuk mempercayai isi Al'Quran dan Hadist setelah saya bisa menemukan buktinya."

Saya percaya mas, tpi tingkat kprcayaan saya tidak akan 100%, kecuali sudah ada bukti atau mnmal ada bnyak priwayat hadis yang mengatakan hal yang sama. Kenapa? Bahkan Nabi yang paling mendekati kesempurnaan bisa salah, jka tidak prcaya silahkan anda bca sjarah Islam, apalagi priwayat hadist. Makanya saya lbih ska ktika suatu hadist diriwayatkan oleh bnyak priwayat dan itu yang saya cari.

Yang saya kritik disini bukanlah sikap prcaya pada hadistnya mas, tapi sikap mas yang mematikan skap ingin mengetahui orang lain dngan scara tidak langsung mngatakan yah "sudah prcaya saja", tanpa memberi jawaban atas prtanyaan yang muncul. skali lagi sya katakan Islam itu agama yang logis, akan slalu ada pnjelasan yang masuk akal untuk stiap hal dalam Islam jika kita mau berfikir.

Ketika kita terus terkunkung dalam stigma mempercayai tanpa mengilmui, maka akan semakin bnyak orang Islam yang berpindah agama hanya karena skali sja logikanya diserang. Sya terbiasa brdebat dngan orang dri lintas agama mngenai hubungan antara agama, sains dan logika. dan dari setiap prdbatan itu sya smakin yakin bahwa islam adalah agama yang paling logis dan sya juga smakin yakin akan selalu ada jwaban untuk stiap prmasalahan dalam islam.

Balas

'dan hanya orang-orang
yang tidak mau berfikir sajalah yang menyatakan
bahwa apa yang ada dalam Islam itu tidak logis'
Bisa tak org tau dmn tuhan?
Barang siapa org islam yg meragukan Qur'an dan hadist, kafir lah dia orgnya
Menurut keterangan lain Rasulullah org yg tampan, ada bukti tak itu?


Menurut anda islam logis tak? Sesungguhnya Al Qur'an n hadist adalah dr Allah bkn dr Rasulullah

Jgn sampai keraguan kau memakan imanmu hngga tak bersisa

Balas

Jika ragu akan logis kau trhdp islam,
Coba saya nak brtanya,
Knp kau msk islam?

Balas

Mhon maaf saya bru bsa mmbalas kmentar anda krena sya bru pulang dri luar kota.

Silahkan anda bca baik2 tulisan dan komentar saya sekali lagi, kecuali jika anda memang tidak bisa membaca, maaf jka kta2 sya kasar karena saya paling benci orang yang memberi komentar tanpa tahu apa yang dikomentarinya. saya justru merasa yakin bahwa Islam adalah agama yang paling logis. oleh karena itu sya akan selalu mendampingkan islam dengan ilmu pengetahuan sya sbtas yang sya bisa.

sya tidak mragukan isi Alquran, untuk hadist sya akan meragukan hadist yang mnurut sya lemah, sya mempercayainya. tpi sya berusaha untuk membuat iman saya menjadi lebih kuat dengan mencari tahu semampu saya alasan paling ilmiah dari keadaan itu. jika tidak bisa saya temukan sya tetap mempercayainya.

jika anda bertanya knapa sya masuk Islam silahkan baca tulisan saya. Saya masuk Islam karena keturunan, orang tua saya Islam. tapi saya tak ingin menjadi seorang muslim yang terpaku hanya karena keturunannya saja, jadi saya berusaha mencari kebenaran dari apa yang ingin saya yakini.

Saran saya untuk anda belajarlah untuk membaca sebelum berkata, atau mungkin sebaiknya anda pergi kedokter mata dan periksakan mata anda.

Balas

Selama ini orang Islam terlalu fanatik pada ajaran
bahwa semua hal yang ada dalam Al'quran dan
Hadist adalah sesuatu yang pasti. Saya tidak akan
menyangkal hal ini, walau untuk beberapa Hadist
sendiri saya masih tidak 100% yakin karena ada
beberapa Hadist yang justru saling bertentangan,
tapi saya lebih memilih untuk mempercayai isi
Al'Quran dan Hadist setelah saya bisa
menemukan buktinya.

Bkn kah ini kalimah yg menyatakan keraguan anda?
Ataukah anda salah menulis?

Balas

Mohon maaf jika tulisan saya tidak mampu anda pahami dengan baik.

silahkan anda baca ulang "Saya tidak akan menyangkal hal ini". itu artinya saya tidak menyangkal isi Al Quran dan Hadist adalah sesuatu yang pasti. akan tetap[i ada beberapa hadist yang isinya saling bertentangan. anda tahu hadist tentang hukum memberi nafkah pada istri yang telah mendapat talaq 3 dari suaminya? sebagian periwayat hadist ada yang menyatakan wajib, sebagian membolehkan dan sebagian mengharamkan. pada kasus-kasus seperti ini jika kita tidak meninjau dan mempelajari dengan lebih dalam kita pasti tidak akan bisa menentukan dan memastikan dengan yakin aturan mna yang akan kita gunakan.

knapa saya mengatakan " saya lebih memilih untuk mempercayai isi Al'Quran dan Hadist setelah saya bisa menemukan buktinya", bukan karena saya meragukan isisnya, tetapi karena saya menginginkan saya memahami apa yang saya percayai. saya tidak ingin hanya percaya pada Allah tanpa menemukan adanya bukti bahwa Allah itu ada. bukankah Allah sendiri mengatakan dalam beberapa ayat bahwa "itu adalah merupakan tanda-tanda kebesaran Allah". adanya bukti atau tanda kebesaran Allah bukankah juga merupakan bukti keberadaan Allah, Jika bahkan kita bisa membuktikan keberadaan Allah yang bagi berbagai kalangan yang dianggap begitu tidak real maka bukankah seharusnya kita juga harusnya bisa membuktikan apa yang menjadi ciptaan Allah. dan disitulah tugas kita untuk berfikir dan mencari bukti untuk memperkuat iman kita terhadapa Islam karena kita mempercayai Islam karena "bukti" dan bukan hanya sekedar percaya.

Balas

Tidak menyangkal namun tidak 100% yakin??
Mngkn anda harus mengganti kalimah nan lain,
Coba tanya pada ustadz, 'saya tidak menyangkal hadist namun tidak 100% yakin' apa yg dtnggpi ustadz itu kemudian? coba jg anda tanya ke dosen anda 'tidak 100% yakin itu artinya ada ragu tak?' dulu

Kalau nak tanya hadist tanyalah pd yg paham, karena banyak macam hadist dan mana nan shahih
Jadi jgn anda nak cakap 'tidak 100% yakin'

Saya pun baru 23th islam jd jg baru dlm islam

Jd jgn samampai tulisan anda mmbawa teori negatif ttng blog ini,
Saya nak mengaku, saya slalu mengikuti blog ini karna pembawaan yg ringn namun berisi sangat,
Kadng pun jd referensi tulìsan saya di koran local

Saya enggan tuk debat sangat dg saudara bibit,
Dan mngkn saudara tuk debat memang pandai sangat di banding saya,

Saya cuma nak kata jgn sampai 'ke-tidak 100%-an' saudara melukai iman saudara,

-sesungguhnya Allah Maha Tahu, sesungguhnya Maha Benar hanya milik-Nya-

Balas

Untuk Wahyu Kurniawan, kebanyakan muslim sekarang hanya mengaji tapi tidak pernah mengkaji. Apa yang dikatakan saudara Bibit Suhardi itu benar, karena saudara Bibit Suhardi melakukan pengkajian. Dengan pengkajian barulah kita memahami makna Islam yang sesungguhnya. Jadi jangan anda melakukan penghakiman secara sepihak dengan melemparkan pertanyaan yang tidak bermutu seperti itu.

Balas

Ulasan yang bagus Mas Bibit..saya suka..

Balas

Brdebat itu baik mas,asal bsa mmberikan manfaat dan bkan dbat kusir tnpa adanya bukti.

bgini mas sya ambil cntoh dri kmntar sya sblumnya. pda aturan tntang mmberi nafkah pada istri yang tlah d tlak tga, ada sbgian ulama yang mwjibkannya, sbgian lg memperbolehkan dan sisax mengharamkan. sya trmasuk glongan yg myakini pda memperbolehkan dngan lasan hsil pngkjian sya dan hal inilah yg kmudian sya yakini. tp saya juga prcaya orang-orang yang mengambil hkum yang lain pnya dsar sndiri. sya prcaya hdist yg mrka ikuti tpi sya mmilih untuk tidak ikut meyakini hadist trsbut.

sya brtrimakasih jka anda tlah sring brkunjung k blog ini dan mnilai blog ini bgus. sya hnya mnyampaikan apa yg ada d kpala sya, jka anda tdak stuju mri kita brdebat. sya hnya tidak ska trkdang orang mmandang rndah iman dan kyakinan orang lain hanya krena prbedaan aliran tnpa mncari thu apa dsar kyakinan orang trsebut.

sya prnah diusir dri msjid hnya krena prbdaan aliran dan sya bhkan prnah mngalami yang lbih prah tpi maaf tdak bsa sya jlaskan. sprti kta mas kbnaran hnya milik Allah lalu mengapa kita dngan mudah mnuding keimanan orang lain tnpa tahu apa yang dijalaninya?

Balas

trimakasih untuk komentx, tp maaf akan lbih baik jka anda mnggunakan nma yg lain. sya mmpublikasikan komentar anda karena sya mmbangun blog ini atas dasar ktrbukaan dan kbebasan brpndapat bagi siapa sja, tp sjujurnya sya tdak stuju dngan ID yg anda gunakan.

Balas

dari pada agan bibit membahas tentang nabi ada yang katanya tingginya 30Meter, alangkah baiknya agan kembali ke asal, yaitu : kenapa manusia di ciptakan? itu aja agan cari tahu, ga usah jauh2, insya alloh 1 thn belum kelar ngebahasnya jika kita memang benar termasuk orang2 yang berfikir :)

Balas

Lah saya memang ngk ngebahas soal itu kok. klo kenapa manusia diciptakan silahkan baca QS Adz-Dzariyat : 56

"Tidaklah Aku (Allah) ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku"

Balas

Punya tanggapan atas artikel ini? Silahkan sampaikan pemikiran Anda melalui kotak komentar yang tersedia. Terimakasih atas komentar yang anda berikan dan mohon maaf jika ada komentar yang tidak saya balas.
Read MeEmoticon

Follow Bee Inspired Di Twitter
Like Bee Inspired Di Facebook
 
Home | Privacy Policy | Disclaimer | Contact | Feeds (Atom)
Copyright © 2013. Bee Inspired - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger